About

@januartiP

Rabu, 23 April 2014

Diary Zombigaret: Batang Kecil Berbahaya Yang Mematikan

Pergaulan. Kalau udah salah pergulan memang susah. Kapan lagi kalau bukan zaman-zamannya sekolah. Sejak SMP, gue terjerumus kedalam dunia batang kecil berbahaya. Tau apa itu? Iya, itu rokok. Sebagai seorang anak remaja gaul, gue ngerasa kurang gaul kalau gak ngikutin pergaulan di luar sekolah. Awalnya gue cuma ditawarin 1 batang, untuk mencicipi saja. Gak taunya keesokan harinya gue ketagihan, tiap harinya gue menghisap satu batang. Lama kelamaan rasa kecanduan itu semakin kuat. Satu hari satu batang itu kurang. Rasanya gue kehilangan oksigen kalau gak ngerokok. Sampai gue lulus sekolah terus kerja, rokok menjadi makanan bahkan cemilan gue sehari hari. Udah 8 tahun gue menjadi seorang perokok aktif. Mungkin, gue udah jadi seorang Zombigaret.

Udah seminggu ini gue batuk-batuk terus. Gue udah periksa ke dokter dan dikasih beberapa macam obat, tapi batuk-batuk ini gak lekas sembuh juga. Dua minggu gue masih batuk-batuk juga. Tiga minggu gue masih batuk-batuk juga dengan disertai bercak darah dari mulut gue dan diminggu ke tiga ini gue memutuskan untuk chek up ke rumah sakit. Ternyata, setelah gue periksa, gue positif mengidap penyakit kanker paru-paru. Sial, batang kecil berbahaya mematikan!


Sebelum gue jatuh sakit seperti ini, Ibu gue udah nasihatin gue untuk berhenti merokok.
"Nak, coba berhenti merokok. Kamu tak sayang dengan paru-paru mu?"
"Gak bisa, Bu. Rokok itu udah kayak oksigen untuk saya."
"Nak, kamu mau lihat Ibu mati karena terus-terusan menghirup asap rokok mu?"
"Hush.. Bu, ngomongnya dijaga, toh."
"Bukan omongan Ibu yang harus dijaga, tapi kesehatan mu itu loh, Ndo."

Setelah Ibu gue bicara seperti itu, mulai hari itu dan seterusnya gue gak berani ngerokok di rumah. Kalau di luar rumah gue masih jadi Zombigaret yang sangat aktif merokok. Gue gak tega terus-terusan meracuni Ibu gue secara perlahan karena polusi asap rokok gue di rumah.

Sekarang, udah terlambat. Gue udah jadi Zombigaret yang menderita. Sekarang, gue harus susah payah hidup dengan penderitaan ini. Nafas gue sekarang terbatas. Badan gue sekarang kurus. Dada gue sekarang selalu terasa sesak.

Semakin hari kondisi gue semakin memburuk. Karena penyakit yang gue punya udah parah. Sekarang, gue cuma bisa terbaring lemah di rumah sakit. Sekarang, gue cuma bisa menghintung hari untuk pulang. Sekarang, gue cuma bisa menghitung waktu untuk ninggalin Ibu gue.

Sepucuk surat ku tulis untuk Ibu ku di ujung batas usia ku. 

Bu, maafkan aku yang tidak pernah mendengarkan nasihat mu.
Bu, maafkan aku yang tidak pernah mendengarkan omongan mu.
Bu, maafkan aku yang sudah meracuni Ibu secara perlahan dengan asap rokok ku.
Bu, maafkan aku..
Sekarang, sudah waktunya aku untuk pulang.
Hidup bebas di dunia lain tanpa asap rokok, Bu.
Aku bisa lepas dari rokok namun bukan di dunia mu.
Melainkan di dunia ku yang baru.
Doakan aku betah disana, Bu.
Jangan menangisi aku yang mati konyol hanya karena rokok.

Anak mu, Sang Zombigaret.


NB: Ini bukan kehidupan gue ya, gue lagi i kutan lomba dari @Zombigaret aja.

Sabtu, 19 April 2014

Masa Lalu Telah Kembali: Taman Kenangan

*3 new messenge* *5 missed call*

Dengan cepat, aku langsung terbangun dan duduk sigap di tempat tidur. Berharap itu pesan dari Sandy. Aku melihat panggilan masuk terlebih dahulu.. Rio. Ah, Rio semua.
Pesan pertama ku buka.
"Sayang, bangun.. Kita jadi lari gak?" - Rio.
Pesan dari Rio. Aku tidak membalas pesan Rio. Aku lebih memilih melihat pesan lainnya dulu.
Pesan kedua ku buka.
"Aduh kebluk banget sih, Nay." - Rio.
Dan pesan ketiga ku buka.
"Nay.. Jangan tidur mulu dong. Semalem tidur jam berapa sih? Ko jam segini belum bangun." - Rio.
Ah, ternyata tidak ada pesan dari Sandy. Lalu ku balas pesan Rio.
"Maaf ya, aku lagi gak enak badan. Larinya nanti lagi aja ya, yo."

Beberapa menit kemudian handphone ku berdering. Ada pesan masuk. Namun, aku tidak langsung membukanya. Di dalam fikiran ku, itu adalah balasan pesan dari Rio. Ku tinggal mandi tanpa melirik pesan itu. Setelah selesai mandi, ku buka pesan masuk.

Sabtu, 12 April 2014

Hujan, Cuek, dan Cinta; Soleh Solihun

Jadi gini.. Gue lagi baca novelnya si Soleh Solihun(lagi) nih.
Sebagai manusia normal, gue punya bagian yang paling gue suka dari bukunya si Soleh Solihun ini.
Dari sekian banyaknya judul di setiap bab-nya, cuma 1 yang paling menarik perhatian gue dalam 1 buku Celoteh Soleh.


Tepatnya di bab Hati yang judulnya " Hujan, Cuek, dan Cinta " halaman 171, begini isinya..

Masa Lalu Telah Kembali: Saat Pesta Ulang Tahun Candri

"Hey, Ca, happy birthday ya!"
"Naaaay, makasih ya udah dateng, sama siapa kesini, Nay?"
"Sama Rio, Ca. Cantik banget kamu pake gaun kayak gini."
"Cieee pacar baru lo, Nay? Ah elo, gak berubah ya dari dulu hobbynya bikin orang lain ge'er."
Lalu tiba-tiba Rio datang.
"Candri ya? Happy birthday ya, sorry tadi ada temen disana. Ngobrol-ngobrol kecil dulu bentar."
"Iya, thanks ya udah dateng. Pacar barunya Nay ya?"
"Ah apaan sih lo, Ca. Udah deh.." Ucap Naya kepada Candri malu.
"Emang paling bisa ya lo cari cowok."
Lalu suasana menjadi pecah saat aku, Candri, dan Rio tertawa.
"Oh iya, ayok makan-makan dulu. Gue ditunggu disana. Gue kesana dulu ya." Kemudian Candri pergi dari hadapan aku dan Rio untuk menghampiri tamu yang sudah menunggunya.

Candri adalah sahabat karib ku waktu aku SMP. Aku dan Candri sudah berteman lama. Sejak kita SMA, hubungan kita semakin merenggang. Karena kesibukan masing-masing di sekolah.

Senin, 03 Februari 2014

Rasa Yang Tak Biasa

Awal kita bertemu, semua terasa biasa saja. Namun, semakin hari semakin kita sering bertemu dan rasa itu pun mulai muncul secara perlahan. Semakin lama semakin terasa. Ada yang tak biasa. Apa yang sebenarnya ku rasa? Aku mulai bertanya-tanya. Apakah benar aku menyukainya? Apakah benar aku mencintainya? Apakah benar inikah yang di namakan cinta? Dan tak bisa aku pungkuri lagi, rasa itu memang benar-benar ada. Aku menyukainya, aku mencintainya. Iya, ini cinta.

Hari itu, aku mulai mengenal mu. Semua sangat terasa biasa, Bahkan aku hampir menganggap mu tak ada di sekitar ku. Kita, di persatukan dalam suatu tempat, dimana kita di satukan dalam satu tujuan. Menuntut ilmu dalam satu tempat yang sama, begitu dekat. Sangat dekat namun kita sangat jauh.

Selasa, 17 Desember 2013

Hal-Hal Yang Sangat Dirindukan

Hallo! Kali ini gue mau share tentang apa saja hal-hal yang gue rindukan saat gue kecil. Mungkin dari segelintir orang diantara kalian juga merasakan hal sama dengan gue. Oke langsung aja ya.. Happy Reading!

1. Disuapin Mama
Ternyata udah lama banget gue gak ngerasain gimana rasanya disuapin sama Mama. Gak kerasa udah dari 10 tahun lalu gue makan sendiri. Setelah beratus ribu kali gue makan sendiri, rasanya kangen juga ya disuapin sama Mama. Dari mulai sarapan, gue pulang sekolah, sampe makan malam.
Sekarang, gue ingin banget rasanya minta disuapin Mama. Tapi gue malu untuk bilangnya. Dan emang udah gak pantes juga diliat orang, udah gede disuapin. Yang pasti gue ingin ngerasain lagi gimana rasanya disuapin sama Mama. Mumpung Mama gue masih diberi umur.

Akhirnya Kena Tilang!

Udah lama banget rasanya gue gak nulis. Biasa anak muda.. sibuk hehe. Tapi seharusnya yang kayak gitu bukan jadi alesan untuk gak nulis. Gimana mau jadi penulis kalau dikit-dikit aja punya alesan untuk gak nulis? Jangan ditiru yee. Oke, gue mau cerita tentang pengalaman gue baru-baru ini. Langsung aja yuk..
Happy reading! :)

Jadi gini, waktu tanggal 14 desember 2013, gue main sama temen-temen gue banyakaaan hanya tiga orang. Nah, kita emang udah punya planning untuk main ke lembang, menjelajahi kota lembang gitu. Habis UAS enaknya ke tempat-tempat sejuk. Oke, planning pertama kita pergi ke kebun teh. Kita berangkat dari rumah masing-masing sekitar jam 8.15 pagi. Kita kumpul di rumah temen gue, sesudah itu kita langsung pergi. Awalnya, gue gak diizinin untuk pergi ke lembang. Alesannya karena gue belum punya SIM. Tapi gue tetep kekeuh. Akhirnya Ibu gue ngizinin gue dengan setengah memberi izin dan setengah tidak memberi izin.

Selasa, 29 Oktober 2013

Cinta Dalam Diam

Pagi itu aku menyambut sang fajar yang sudah mulai menerangi dunia. Saat itu hari senin, pertanda upacara bendera akan dilaksanakan disekolahku. Sialnya aku terlambat datang ke sekolah. Akibatnya aku harus berbaris di barisan orang-orang yang melanggar peraturan. Tapi aku tidak menyesali kesalahan ini. Karena ini awal aku bertemu dengan dia. Seseorang yang aku sukai saat kali pertama melihat dia. Sebut saja dia ini Ilham.
Ilham berbaris tepat disebelahku. Awalnya aku tidak tahu namanya. Karena dia berbaris disebelah kiriku, jadi aku sedikit kesulitan untuk melihat nametag dibajunya. Seingatku aku melihat namanya hanya "il" saja. Karena terhalang oleh lengan bajunya. Saat seorang temannya memanggil Ilham untuk mengajaknya dia mengobrol, Ilham melirik kesebelah kanan. Disitu aku tiba-tiba langsung melirik, memusatkan pandanganku tepat pada baju sebelah kanan Ilham. Aku sedikit mendesah "Ilham...". Yes! Aku mengetahui namanya. Lalu Ilham melirik ku. Dan aku langsung membuang muka begitu saja. Aku gugup. Aku malu. Aku tidak sengaja mengucapkan namanya.
Upacara telah selesai. Kami, barisan pelanggar peraturan, mengambil tas kami masing-masing, kemudian masuk ke kelasnya masing-masing.

Hari itu, aku merasa sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Karena ada dia yang aku kagumi sekarang. Ya mungkin hanya sekedar mengagumi. Tidak apa-apa. Yang terpenting aku bisa memandangi wajahnya setiap kali aku bertemu. Dan mungkin bisa ku jadikan dia pacar, hanya dalam lamunan ku saja. Tidak apa-apa.

Setelah beberapa hari kedepan, aku masih mengingat namanya. Tapi... aku lupa bagaimana raut wajah ilham ini. Setiap kali ada anak-anak kelasnya, aku selalu mencoba mencari-cari ilham, Namun, aku tetap lupa wajahnya.
Aku heran. Kenapa secepat itu aku lupa. Apa karena hanya dalam 1jam upacara itu melihat wajahnya? Ya mungkin emang benar karena hanya 1jam itu. Iya, hanya 1jam. 1jam emang terlalu singkat untuk memandangi seseorang yang kita kagumi.

Semenjak hari-hari setelah upacara itu, aku hanya menyimpan namanya saja dimemori otak ku. Iya, hanya menyimpan namanya tanpa disertai raut wajahnya..
Dan aku meminta kepada Tuhan. Ya Tuhan, tolong pertemukan kembali aku dengan dia.. Dan jika kami sudah dipertemukan kembali, aku meminta lebih dari 1jam seperti kali pertama aku melihat dia, untuk bisa memandangi wajahnya. Namun, jika aku boleh meminta lebih, tolong perkenankanlah aku dekat dengannya. Tapi jika engkau tidak menghendaki, munculkan kembali bayangan wajah dia dalam memori otak ku.

Senin, 14 Oktober 2013

Bolehkah Aku Membeli Waktu Papa?

Jadi gini, kemarin gue buka salah satu social media yang gue punya. Terus gue gak sengaja baca cerita ini. Dan menurut gue cerita ini nyentuh banget, walaupun singkat tapi cerita ini punya makna yang dalem banget. Sebenarnya ini gue tau cerita ini dari Deden Senjaya, tapi gue udah minta izin untuk nge-share cerita ini ke orangnya. Gue tambah-tambahin lagi cerita ini dan ada beberapa yang gue edit.
Okey langsung aja gue share.

Sabtu, 12 Oktober 2013

#MimpiKAWANCUT: "Gue Jadi Penulis Besar!!"

Udah dari 5 tahun lalu gue mulai ketagihan dengan membuat cerita fiksi di blog maupun di word gue. Gue mulai asik dengan dunia khayal gue sendiri. Awalnya gue coba-coba buat cerita pendek (cerpen). Ya walaupun masih amburadul (acak-acakan). Lumayanlah buat baca-bacaan ataupun tugas Bahasa Indonesia anak SD hehehe. Setelah gue ngerasa bosan dengan gaya cerita gue yang gitu-gitu aja akhirnya gue mencoba ke tingkat yang lebih tinggi. Gue mau nyoba bikin sebuah novel remaja. Untuk bikin sebuah novel emang gak gampang, kita harus punya banyak waktu dan yang paling penting kita harus punya banyak ide.

Sabtu, 22 Juni 2013

Kenapa Selalu Gue?

Pernah gak ngalamin dikecewain sama sebuah harapan? Apalagi harapan itu adalah sebuah kepercayaan yang udah kita simpen sama seseorang yang kita percayai. Tau rasanya dikecewain saat kita sudah menyimpan sebuah kepercayaan itu? Ibarat membangun rumah yang udah sedikit lagi benar-benar jadi rumah, lalu dengan sekejap saja sebuah buldozer menghancurkan rumah itu. Sakit. Kecewa. Sedih. Iya gue rasa seperti itu.

Entah kapan gue punya teman baik. Gue terjebak lagi di dalam pertemanan. Yang menurut gue dia baik ternyata dia hanya sedikit baik. Kadang gue berfikir.. Ajarin gue dong untuk bisa jadi pemain sandiwara yang hebat.

Senin, 15 April 2013

Kau Teman atau Topeng?

Sewaktu SD gue menjalin suatu pertemanan adem ayem aja.. Sekiranya ada konflik ya biasa konflik anak kecil, hal kecil pasti dijadikan masalah. Contohnya gue berteman deket dengan si A. Tapi ternyata si A ini gak suka sama si B. Suatu hari gue barengan sama si B. Dan akhirnya gue dijauhi sama si A. Hahaha konyol banget gue ngingetnya. Kalian juga pasti pernah ngerasain jaman-jaman ini kan?

Sewaktu SMP juga gue menjalin pertemanan mulus-mulus aja. Menurut gue, gue baru mendapatkan dan merasakan punya temen yang selalu ada buat gue, care sama gue, asyik, yaaa seru pokonya. Gue nemuin mereka semenjak gue kelas 2 SMP. Ini dia si duo jalu Febby dan Intan/akew nama famousnya. Yah penilai gue tehadap mereka ini absurd. Iya mereka ini absurd banget. Tapi seru, asyik berteman dengan mereka.

Minggu, 24 Maret 2013

Bulan

Hai! Selamat malam bulan purnama.. Kau datang pada waktu yang tepat. Terimakasih!

Entah sejak kapan aku menyukai bulan. Mungkin sejak bulan-bulan lalu saat aku menyaksikan keindahan bulan purnama bersama orang yang aku sayangi. Mungkin.
Siapa sih yang tidak menyukai keindahan bulan purnama? Ah bodoh.

Selasa, 12 Maret 2013

Kamu dan Zuma

Hai kamu yang manis..
Kamu tau permainan zuma ga? Iya itu yang kodok. Yang kodoknya tuh kedip-kedip mulu kalau mousenya dipijit. Iya sama kaya aku bawaannya ingin kedip-kedip mulu kalau lagi liatin kamu.
Oh iya terus kamu tau ga kalau bola-bolanya udah deket sama lubang game over suka ada suara detak jantung? Iya sama kaya aku kalau deket kamu suka tiba-tiba deg-degan gitu.
Terus kamu ngerasa ga kalau sekali main zuma ingin terus-terusan main sampe level akhir? Iya sama banget aku juga sekalinya bareng-bareng sama kamu, inginnya terus-terusan barengan sama kamu sampe akhir hayat.
Sebenarnya kamu itu manusia apa kodok zuma sih? Ko bikin aku gemes. Manis sekali, kamu. Absurd ya aku samakan kamu dengan kodok zuma? Hahaha.
Emm.. Mungkin ini terlihat seperti rayuan. Tapi asal kamu tau, ini bukan rayuan. Ini serius.
Kalau kamu gak percaya kamu boleh coba main permainan zuma. Dan rasakan apa yang kamu rasakan. Semoga kamu merasakan sama seperti yang aku rasakan ya..
Hey Pangeran Zuma! Sudah lama sekali kita tidak berjumpa. Sekitar 1tahun ya kita tidak bertemu? Kamu rindu aku? Aku rindu kamu. Kapan kita berjumpa lagi? Dan kapan kita bersama lagi? 
Salam rindu ya pangeran Zuma! :)

Selasa, 12 Maret 2013
Hey Pangeran Zuma!
@januartiP

Jumat, 08 Maret 2013

Goresan Pena

Aku bukan penulis hebat yang dapat membuat kata demi kata menjadi sebuah kalimat demi kalimat yang indah dan rapi. Aku bukan penyair yang dapat merangkai kata-kata indah. Aku hanya bisa membuat sedikit kata, dalam goresan pena.

Goresan pena..
Awalnya aku hanya bisa menuliskan kata tentang "aku". Suatu saat aku mengenal dia, akhirnya aku bisa menuliskan kata tentang "kamu". Setelah aku mengenal kamu, aku beniat untuk belajar menulis kata tentang "kita". Sudah cukup lama aku dan kamu kenal akhirnya aku dapat menulis kata baru, yaitu menulis kata tentang "kita". Apa aku salah berniat untuk menulis tentang kita? Setelah sekian lama aku berlatih menulis kata "kita" tiba-tiba... aku tidak bisa menulis kata "kita" lagi dalam cerita hidupku. Alhasil yang aku tuliskan hanya kata aku dan kamu. Iya ternyata kata yang keluar hanya kata aku dan kamu, tanpa kita (lagi).
Entah mengapa hanya dalam waktu yang begitu singkat, tiba-tiba saja aku lupa bagaimana caranya menulis kata tentang kita dalam hidupku. Cara itu hilang dengan sendirinya.



Mungkin benar, aku salah. Seharusnya dari awal aku tidak usah belajar untuk menulis apa-apa tentang kita. Sekarang aku menyesal.
Aku menyesal. Ternyata goresan pena itu sangat pekat. Sangat sulit sekali untuk ku hapus. Sudah aku pikirkan bagaimana caranya menghapus kata demi kata yang sudah aku tuliskan. Tetapi.. cara itu masih tetap meninggalkan bekas pada kertas putih.
Setelah aku pikirkan kembali, akhirnya aku mendapat jawaban. Jika aku mau menghapus semua kata itu tanpa bekas, aku harus membuang semua lembaran yang sudah ku penuhi dengan goresan pena. Awalnya aku tidak mau membuang lembaran itu, aku ingin menyimpannya dengan rapi. Tapi jika aku menyimpan lembaran itu, semua itu hanya akan membuatku berantakan. Sampai suatu hari akhirnya aku berhasil membuang semua lembaran itu tanpa rasa sesal sedikit pun.
Ya. Pada lembaran yang baru ini aku akan lebih behati-hati lagi untuk menuliskan sebuah kata.

Goresan pena itu.. 
Begitu indah, suatu ungkapan hati manusia yang memiliki beribu makna.. Dan dapat membuat kita larut kedalamnya.
- Goresan Pena -

Jum'at, 8 Maret 2013
Setumpuk Kenangan Goresan Pena
@januartiP

Selasa, 29 Januari 2013

Aku Butuh Kalian

Ini bukan cerita hidup ku. Ini hanya cerita pendek yang ku buat dengan imajinasi ku. Karangan belaka. Fiksi.
Selamat membaca! 

Entah hanya perasaan ku atau bukan.. Aku merasa seperti tidak punya keluarga. 
Seringkali aku merasa kesepian, merasa seperti hanya hidup sendiri dikalangan keluargaku. Kadang aku merasa seperti punya Ibu tetapi tidak punya Ayah. Kadang aku merasa Seperti punya Ayah tetapi tidak punya Ibu.
Ayah, Ibu.. Aku rindu. Aku rindu saat aku ada dipelukan kalian. Aku rindu saat kalian mengecup keningku secara bergantian.
Ayah, Ibu.. Aku tahu kalian ada. Tapi aku selalu merasa sendiri. Kesepian. Karena apa? Karena aku merasa perhatian kalian tidak ada untuk ku juga karena tanpa kebersamaan Ayah dan Ibu disini.
Ayah, Ibu.. Aku hanya ingin mendapat perhatian dari kalian saja. Itu sudah lebih dari cukup. Tolong beri aku sebuah perhatian dan kasih sayang.
Ayah, Ibu.. Ingat! Aku ini anak Ayah dan Ibu. Aku masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari kalian.
Ayah, Ibu.. Dimana kalian? Dimana kalian saat aku membutuhkan semangat dari kalian? Apa kalian sudah tidak memperdulikan keadaan ku? Apa kalian lupa bahwa aku ini anak kalian?
Ayah, Ibu.. Apakah kalian ingat masa-masa dulu saat kita masih bersatu. Dimana kita berbincang bersama, tertawa bersama, bermain bersama, mengantar aku ke sekolah, dan hal-hal lalu yang kita lalui selalu bersama? Apa kalian ingat? Aku rasa kalian tidak ingat. Kenangan ini sangat indah. Luar biasa indah. Tetapi juga sangat pahit. Sangat begitu pahit bila aku mengingatnya sekarang. Sakit.
Ayah, Ibu.. Aku hanya ingin seperti anak-anak lainnya.



Ya Tuhan.. Apakah ini yang dinamakan cobaan? Cobaan yang kau berikan kepada seseorang yang miskin akan kasih sayang seperti aku ini? Cobaan yang kau berikan kepada seseorang yang rapuh seperti aku? Cobaan yang kau berikan kepada seseorang yang lemah seperti aku?
Tidak! 
Aku tidak miskin kasih sayang! Aku tidak rapuh! Aku tidak lemah! Aku hanya kurang bersyukur.
Aku masih punya seribu teman yang menyayangiku. Memperhatikanku. Aku masih punya teman-teman untuk menyemangatiku. Ya! Aku tidak lemah!

Yah, Bu, boleh aku meminta sesuatu pada kalian? 1 saja. Aku tidak meminta ini itu. Aku hanya minta.. 
Tolong beri perhatian dan kasih sayang kepada ku seperti dulu. Boleh?

Selasa, 29 Januari 2013
-JP-

Minggu, 27 Januari 2013

Jangan Galau? Galau jangan?

Dilema nih sama keputusan sendiri.
Kalau gue gak galau, gue gak bisa nulis. Kalau gue galau terus, gue bakal diamuk masa.
Jadi gini... Teman-teman gue udah pada komentar kalau gue galau. Karena gue terlalu keseringan galau kali ya. Lah? Mereka gak tau sih ya kalau galaunya gue tuh berkualitas. Duh malesin berkualitas. Kalian tau gak tulisan-tulisan gue ini hasil dari apa? Dari galau!! Kata-kata so bijak gue yang sering gue keluarin itu hasil darimana? Ya dari galau!! Ya karena gue belum dapet jodoh jadi panutan inspirasi gue ya cuma galau... Cukup tau. 
Bayangin kalau gue gak galau.. Mungkin ini blog udah jadi sarang laba-laba. Sayangkan udah dibuat, udah susah-susah buat header blog, udah pusing-pusing ngedesaign sedemikian simplenya blog gue kalau gaada karya tulisannya apa guna blog ini? Duh, kok jadi gini.

 
 
 
 
Dihari ulang tahun gue pun banyak yang doain jangan galau, itu tadi cuma beberapa yang gue masukin.
Ada juga yang bilang langsung, duh itutuh sama aja merobek hati gue untuk berhenti nge-blog. Kalau gue gak galau, mau berkarya gimana? :(
Kalau gue bahagia gue selalu gak mood untuk nyeritain kebahagiaan di blog gue. Entah kenapa. Semua yang mau gue ukir di blog tetiba menghilang begitu saja. Efek terlalu bahagia? Atau emang blog gue isinya harus selalu galau? :(

Pernah suatu hari gue main Jujur atau Berani dikelas. Jujur. Dan gue tanya ke temen gue yang kalah "Apa sih yang gak disukain dari kita?" Terus dia bilang gini "Dari janu dulu yah, aku teh suka sebel kalau kamu galau. Galau wae. Asa gaada kebahagiaan gitu dihidupnya teh"
Tau apa yang gue rasain kan? </3
Terus pernah juga ada yang bilang gini
"Jan jangan galau"
Terus kata gue "Siapa yang galau, gak galau inimah"
Terus kata dianya "Gak galau gimana? Twitnya semua galau, blognya galau semua....."
Iya! Skakmat!


Ini komentar paling terbaru, bawa-bawa tahun lagi-___-



Biarkan aku tetap bergalau teman-teman agar aku bisa terus berkarya...
Gue udah dapet keputusan mulai saat ini gue gak akan terlalu galau.
Segitu peng-galau-an-kah aku ini teman-teman?

Jumat, 18 Januari 2013

Bodoh Itu.....

Sering kali aku berfikir..
Kenapa aku selalu banyak waktu untuk kamu sedangkan kamu tidak pernah menyisihkan waktumu untuk aku?
Kenapa aku selalu memikirkan kamu sedangkan kamu mungkin disana sama sekali tidak memikirkan aku?
Kenapa aku selalu mementingkan kamu sedangkan kamu tidak mementingkan aku?
Kenapa? Ah.... Kenapa? Apa? 'Kenapa' itu pertanyaan yang bodoh. Tidak adil yah. Tidak logis. Aku yang berlebihan? Atau emang kamunya emang begitu? Ah konyol~

Bodoh..
Bodoh, selalu mementingkan orang yang tidak mementingkan kita.
Bodoh, selalu memikirkan orang yang tidak memikirkan kita.
Bodoh, selalu mengutamakan orang yang tidak pernah menutamakan kita.
Bodoh, selalu menanti kabar dari orang yang diharapkan, tapi ternyata dia tidak ingat pada kita.
Bodoh, selalu mempertahankan orang yang tidak mempertahankan kita.
Bodoh, selalu merasa perhatiannya sepenuhnya untuk kita padahal untuk sana sini.
Iya bodoh. Bodoh!
Lebih bodoh lagi, aku tau semua hal itu bodoh. Tapi kenapa aku masih saja melakukan hal itu? Ah konyol lagi kan~

Bentar, tunggu! kata 'kamu' dalam tulisan aku itu siapa ya? Aku juga tidak tahu. Karna 'kamu' dalam tulisanku ini hanya bayangan. Iya bayangan.

Jum'at, 18 Januari 2013
Salam, JP!

Rabu, 09 Januari 2013

'Masalah'

Dalam hidup gaada jaminan untuk terus bahagia. Yah.. Apalagi penghalang kebahagiaan kalau bukan si "masalah"?
Aku sering berpikir.. Kenapa masalah tidak diciptakan dengan berwujud manusia saja? Mungkin dia akan menjadi orang paling menyebalkan dan paling menderita. Bahkan paling hina sekalipun.
Seandainya masalah berwujud manusia, pasti kamu sudah dicaci maki habis-habisan sama semua manusia.
Seandainya masalah berwujud manusia, pasti kamu sudah dipukuli habis-habisan sama semua manusia. Bahkan bisa jadi ditembak mati. Atau dikubur hidup-hidup!
Seandainya masalah berwujud manusia, pasti semua manusia akan membenci dirimu! Menghina dirimu! Bahkan menjauhi dirimu!
Seandainya masalah berwujud manusia, aku ingin menjadi orang pertama yang memukuli tubuhmu habis-habisan! Ya sekejam-kejamnya sampai pipimu memar saja sudah cukup. Karena pasti semua orang juga ingin melakukan hal yang sama seperti aku. Memukuli tubuhmu tanpa ampun!

Berbeda jauh dengan kebahagiaan..

Seandainya kebahagiaan berwujud manusia, sudah pasti semua orang menyukai dirinya.
Seandainya kebahagiaan berwujud manusia, mungkin semua orang memanjakan dirimu.
Seandainya kebahagiaan berwujud manusia, semua orang pasti bersih keras mendekati dirimu.
Yah.. Berbanding terbalik sekali dengan masalah

Sayangnya, semua itu kan hanya sekedar 'seandainya'. HAHA iya seandainya. Mustahil. Konyol ya? Haha yasudah tidak usah didengar, aku hanya sedang berargumen dengan diriku sendiri.
Masalah.. bisa tidak kau tak singgah dihidupku? 1 bulan saja. Atau 1tahun. Tapi kalau aku masih bisa menawar lebih, bisa tidak kau tak singgah dihidupku seumur hidupku?

Rabu, 9 Januari 2013
Salam benci, masalah!

Senin, 03 Desember 2012

Bulan Purnama

Bulan purnama..... 
Malam ini ku lihat keluar ternyata bulan itu ada lagi. Melihatnya, aku jadi teringat sebulan yang lalu saat aku bisa melihat bulan purnama bersama kamu. Tepatnya saat kita sedang merayakan bulanan kita. Dalam langit gelap, seekor kelelawar yang berterbangan seolah mengawasi kita, ditemani oleh turunnya hujan gerimis, dan dilengkapi oleh tatapan hangat dan sebuah pelukan. Sempurna. Indah sekali, bukan? Tentu saja indah.

Tapi sekarang? Aku hanya dapat menikmati bulan pernama itu sendiri. Seorang diri yang kesepian dan merindukan sosok mu ada disamping ku. Kenapa waktu begitu cepat berlalu? Dan kenapa perpisahan cepat sekali menghampiri ku? Dalam ikatan yang sudah berbeda pun, kapan kau punya waktu luang untuk ku? Waktu luang untuk menikmati malam bulan purnama (lagi). Semalam saja tidak adakah waktu untuk kita? Tidak-tidak. Waktu mu sudah terlanjur disita oleh dia.

Yasudah mungkin bulan depan atau dua bulan kedepan kamu akan menyempatkan waktu untuk menemaniku, menikmati malam bulan purnama (lagi). Iya mungkin. Entah mengapa malam ini begitu sepi. Sepi sekali. Apa kalian merasakan hal yang sama dengan ku? Ah, tidak mungkin..


Sekarang..
Malam sudah semakin larut. Hujan gerimis masih setia menemani gelapnya langit ini. Tiupan angin pun masih melengkapai malam ini.
Sekarang..
Bulan sudah mulai menarik diri. Mengumpat pada balik awan gelap. Mungkin karena dia tidak sanggup melihat aku yang tetiba menangis mengingat masa lalu.
Sekarang..
Waktu sudah hampir menunjukan tengah malam. Dan kamu masih diam membisu. Tidak ada kabar.
Bulan saja yang tak mempunyai hati tidak sanggup melihat aku seperti ini, apa kamu yang mempunyai hati sanggup melihatnya? :)

Yasudah tidak usah dipermasalahkan. Yang terpenting, setiap detik bersamamu adalah sesuatu yang akan ku hargai selamanya..

Selasa, 27 November 2012
Malam Bulan Purnama
Salam rindu..

Sabtu, 17 November 2012

Ingat, Sayang?

Oh jadi begitu.. Caramu membuatku tidak bisa jauh darimu. Caramu membuatku tidak rela melepas dirimu. Caramu seperti ini? Dengan sebuah pelukan saja aku dibuat mati seperti ini? Skakmat. Hebat sekali kamu. Tapi kenapa? Kenapa kamu terus menanam cinta kepadaku kalau niatmu sebusuk itu? Meninggalkan aku dengan seenaknya? Semau mu? Tidak adil.
Sebenarnya disini yang tersakiti bukan hanya kamu. Aku juga tersakiti, bukan? Sadarkah kamu, kamu selalu menyalahkan aku? Jelas-jelas kamu juga salah. Picik. Benar-benar tidak adil.

Kalau kau semudah itu melepasku, kenapa saat kita bersama kamu selalu mendekapku dengan erat? Aku fikir kau memelukku karna kamu takut akan kehilangan aku. Ternyata aku tertipu. Pelukanmu hanya sekedar nafsu belaka, mungkin. Entah lah. Fikir ku, kamu memelukku karena ketulusan dari hati. Karna kamu takut kehilanganku. Ternyata aku benar-benar tertipu. Ah.. ini bodoh.
Kalau kau mengelak, tidak terima dengan perkataanku tadi, kenapa kamu semudah itu melepasku? Semudah itu mengeluarkan kata-kata semau mu? Ayolah Sayang berfikir. Jangan emosi saja yang kau besarkan.


Kamu ingat saat kamu memelukku dengan begitu erat? Kamu ingat apa yang kamu katakan saat kita berpelukan? Kamu ingat apa yang aku juga katakan saat kita berpelukan? Kamu ingat saat kita berpelukan dibawah bulan yang indah itu mengintip kita dari atas langit? Indah bukan? Kamu ingat keinginan kita? Berpelukan sampai pagi? Ingatkah Sayang? Kamu ingat janji-janji kita?

Coba kamu mengerti aku.. Kamu sudah membuat aku seperti ini. Tidak rela melepasmu. Jangan salahkan aku, aku juga tidak menyalahkanmu. Ini hanya karena cinta.
Kamu mau mewujudkan keinginan kita? Berpelukan sampai pagi, Sayang? Aku ingin. Ya aku menunggu sampai kita dewasa nanti.

Minggu, 4 November 2012
Tepat saat kita berpisah
Salam rindu 
-JP-

Kamis, 08 November 2012

Ah, Cuma Mimpi!

Hari ini sangat melelahkan. Lelah sekali. Kegiatan sekolah yang padat menguras tenaga dan otakku. Sampai dirumah aku tertidur. Lelap sekali. Memang surganya dunia bila sedang capek begini lalu tertidur dengan pulas seperti ini. Apalagi setelah terbangun aku bisa melihat wajahmu. Melihat wajahmu nyata. Tepat dihadapanku. Lalu kau menyapa ku "Hai, sudah bangun yah? Keluar yuk. Kita makan." Aah.. sudahlah tidak usah berkhayal.

*1 new message..*
"Sayang, keluar.. Aku ada ditempat biasa"
Aku langsung bergegas keluar kamar lalu menengok ketempat biasa dia menunngu ku di dekat rumah. Hanya untuk memastikan. Ternyata benar.. kamu ada. Senang sekali. Sungguh. Setelah sekian lama kau tak datang ketempat itu. Aku sangat rindu. Kenapa baru sekarang? Padahal aku sudah merindukan ini sejak lama. Yasudahlah tidak usah dipermasalahkan. Yang penting sekarang kamu sudah ada sini. Terimakasih yah, Sayang.

Aku langsung berlari keluar, lalu segera menghampiri dia yang sudah menugguku sekitar 5menit. Tidak terlalu lama.
Saat aku datang menghampirinya, seperti biasa dia menyapaku dengan sebuah senyuman yang amat sangat membuat jantungku berdabar. Kemudian aku membalas dengan senyumanku yang terasa aneh, tidak seperti biasanya. Aku gugup. Setelah sekian lama tidak berbicara empat mata lagi denganmu. Karena... ah, sudah-sudah aku benci membicarakannya.
Tak lama kemudian kau meraih kedua tanganku, masih sama, kamu masih dalam keadaan tersenyum manis menatap wajahku. Lalu kau memelukku sambil berkata "Aku rindu". Tak kuasa aku menahan tangis. Tangis yang mewakili rindu yang sudah lama aku pendam.
"Kenapa menangis?"
"Aku yang bertanya! Kenapa baru sekarang kamu datang kemari?! Aku marah!"
Pelukan yang mewakili rasa rindu itu semakin erat. Tangisku semakin menjadi-jadi.
"Sudah tidak usah menangis. Harusnya kamu senang sekarang aku sudah ada disini, untuk bertemu dengan kamu"
"Tapi kenapa baru sekarang?! Aku benar-benar marah!"
"Yasudah maaf Sayang. Kemarin-kemarin kita sedang ada masalah, bukan? Sudah tidak usah menangis lagi. Sekarang aku ada disini."
"Terimakasih yah"
Lalu kau mengecup keningku. Ini sangat aku rindukan. Benar-benar sangat aku rindukan. Tapi, aku lebih mengutamakan bertemu dengan kamu daripada kecupan ini.
Setelah kau mengecup keningku...
"Aku sangat rindu" ucapmu
"Aku sangat sangat rindu kamu. Masa kamu ti..."
"Ssstt.."
Lagi-lagi kau mengecupku. Sekarang, kau mengecup bibirku. Lalu aku memejamkan mata. Aku gugup. Sangat gugup.
Setelah itu, aku membuka mata. Aaaah.. Aku marah. Sangat marah. Aku kecewa. Benar-benar sangat kecewa. Kenapa? Kenapa setelah aku membuka mata ternyata kamu tidak ada? Tidak ada dalam pelukanku? Tidak ada dihadapanku?
Sekarang.. aku sudah tersadar. Ternyata.. aku hanya bermimpi. Baru saja aku melewati mimpi yang begitu indah. Iya, mimpi indah. Memimpikan dirimu.
Sayang.. Aku rindu kamu ada disini. Aku rindu saat-saat itu. Cepat kemari! Aku sangat rindu.. Datanglah

Minggu, 4 November 2012
Salam rindu

Sabtu, 27 Oktober 2012

Harapan Dalam Genggaman


Kamu lihat itu? Iya, 2 tangan berbeda yang saling menggenggam. Saling melengkapi.. Kita pernah seperti itu bukan? Iya, aku rindu genggaman mu. Bagi ku genggaman itu yang membuat aku takut. Dimana aku selalu membalas genggaman itu erat-erat. Tau kenapa? Aku takut kamu pergi. Takut akan kehilangan mu. Simpel, itu saja. Tapi kamu tau segimana takutnya aku? Mungkin kamu sudah tau jawabannya dari sebuah pelukan manis saat kita bersama.. Tapi, apa kamu benar-benar tau? Ah.. aku rasa kamu tidak tahu. Tanyakan saja pada aku.

Aku ingat betul saat kamu refleks memeluk ku dengan tidak sengaja. Membut kamu malu, membuat aku gugup. Itu sangat terlihat dari raut wajah kita, Sayang. Tapi suasana kembali seperti biasa saat kita tertawa bersama. Menertawakan ketidak sengajaan mu itu. Lucu ya.. Aku senang.
Apa yang kamu rasakan saat kamu memeluk aku? Apa yang kamu rasa sama seperti apa yang aku rasa? Semacam sehati, mungkin. Aku belum sempat menanyakan hal ini kepadamu. Ini membuat aku semakin takut. Masih sama.. takut kamu pergi.

I want you today, tomorrow, and next week.. and for the rest of my life.. Iyaa, aku ingin memilikimu sampai kita dewasa, punya anak, beranak cucu, dan sampai maut memisahkan, mungkin. Semoga.
Ah.. aku jadi teringat saat-saat kita membicarakan ini. Membicarakan masa depan. Yang membuat aku semakin sangat berharap bisa hidup bersama mu. Dimana kita sama-sama tau apa isi hati dan keinginan kita. Bukankah kita ingin hidup bersama, Sayang? Menjadi sepasang suami istri. Membuat rumah. Mempunyai anak. Bahkan mempunyai cucu. Sampai kita tersadarkan, itu masih jauh sekali kita wujudkan. Dan pada akhirnya kita berdoa kepada Tuhan akan keinginan kita ini dengan diikuti kata "amin" yang tidak cukup diucap sekali. Ingat? Aku sangat ingat sekali itu.
Indah sekali membayangkannya. Bisa hidup bersama kamu selamanya. Selamanya..

Apa kamu masih tetap ingin mewujudkan keinginan kita, Sayang? Akan tetap menunggu ku entah 8 atau 9 tahun lagi? Semoga saja. Tanpa basa-basi akupun masih tetap pada keinginan kita untuk mewujudkan itu. Sungguh..
Semoga kita bisa terus saling menggenggam.. Selamanya yah sayang.. Semoga. Amin.

Senin, 08 Oktober 2012

Walet, Tengok Hidup Ku

Burung walet. Iya burung walet yang akhir akhir ini jadi pusat perhatian gue tiap berangkat sekolah. Entah kenapa burung walet itu centil banget sama gue. Bikin gue gemes sama kelakuannya di depan gue tiap pagi. Centil, centil tiap pagi mereka mondar mandir terbang kesana kemari seolah mereka cari perhatian sama gue. Dan mereka berhasil narik perhatian gue, berhasil bikin gue iri sama mereka. Sial.
Cukup lama gue perhatiin kelakuan mereka ditengah macetnya jalan di pagi hari buat gue berfikir. Sampe gue lupa waktu.
Tiap gue liat gerombolan burung walet yang imut imut itu gue jadi berfikir dan gue sering iri sama mereka. ini konyol.

Kapan gue bisa kaya mereka? bisa selalu bersama sama dengan walet walet lainnya. Kapan gue bisa di care in seperti burung walet? yang gak pernah bisa ngeliat burung walet lainnya sendirian gitu aja. Kapan gue bisa kaya burung walet? yang gue liat mereka selalu berpasangan. tak ada penghianatan. Kapan gue bisa kaya burung walet? yang kalau gue jenuh, gue tinggal terbang ngilangin rasa penat gue, ngilangin rasa jenuh gue, ngilangin rasa badmood gue.



Kalau aja kehidupan gue bisa kaya kehidupan walet walet itu. Bisa selalu nyatu sama temen temen gue. Punya teman yang care. Punya teman yang gak pernah bisa liat temannya sendirian. Punya pasangan yang setia. Bagi kehidupan gue, mungkin itu semua masih jauh banget. Sampe sekarang aja gue bingung, gue punya temen atau engga.. Maksudnya temen yang bener bener temen. Dan gue rasa gue belum punya itu. Huh sial, burung walet bikin gue iri sama pertemannnan mereka.

Dan gue ingin.. ingin banget, Hubungan gue sama pasangan gue kaya burung walet. Yang selalu setia. Selalu bersama.
Gue cuma duduk duduk santai di ujug pohon menunggu kekasih gue datang sambil menjaga sarang. Dan yang pasti gue tau kalau kekasih gue pasti bakal pulang disetiap senja dan waktunya sudah pasti dapat dijanjikan. Dengan perasaan yang sama, dan datang dengan tetap setia sama gue.
Emmm apa perlu gue panggilkan burung walet? Supaya kamu belajar banyak dari mereka. Belajar gimana cara menghargai pasangannya, gimana caranya bersabar, gimana caranya menjaga perasaan kekasihnya, yang terpenting sebagai sesosok lelaki belajar gimana caranya agar bisa menjaga keharmonisan dan kebersamaan untuk kedepannya dan seterusnya.

Seneng yah jadi burung walet. padahal gue tau mereka sebenarnya banyak tekanan tapi gue liat mereka asik asik saja berterbangan kesana kemari menikmati hidupnya. Tidak tau karena mereka dapat menyelesaikan masalahnya atau memang mereka pandai untuk menyembunyikan masalah. Mereka selalu saja bersama sama. Heran. Gak kaya gue yang selalu banyak mengeluh. huuuh..

Sayang, gue cuma bisa liat dan rasa di kehidupan para walet saja.
Tapi gue percaya, suatu saat gue pasti bisa seperti burung walet itu. 
Ini cuma belum waktunya saja..
Walet.. tengoklah hidupku, iya tengok. Tidak apa apa walau hanya sekedar menengok. Tapi kalau bisa, gue ingin kehidupan kalian pindah ke kehidupan gue. Semoga. Huh itu mustahil.

Jumat, 28 September 2012

kamu tau?

menatap adalah caraku merekam suatu keadaan
memejamkan mata adalah caraku mengingat suatu keadaan itu
dan...
saat aku meneteskan air mata mungkin aku sedang merindukan saat saat keadaan itu ada di depan mataku..
itulah alasan mengapa aku selalu mengingat mu
karna aku terlalu sering menatap wajahmu dalam dalam.. menatap matamu yang tak bisa dihindari
karna jika kamu tak sedang bersama ku, aku selalu memejamkan mata untuk mengingat saat kita sedang bersama
dan saat aku menangis itu berarti aku ingin kembali pada saat saat itu lagi
itulah alasan mengapa aku selalu merindukan dirimu..